Desa
Kalipucang Wetan terkenal sebagai penghasil Kerupuk Lala. Nama yang
cukup unik untuk kerupuk. Produksi Kerupuk Lala di desa Kalipucang
Wetan sendiri berupa home industry, dengan produksi setiap harinya
mencapai 40 kg., dengan proses pembuatan yang sederhana.
Kerupuk
Lala sendiri terbuat dari tepung terigu, dengan bumbu bawang putih,
ketumbar, garam, penyedap rasa, dan puli. Proses pembuatan Kerupuk
Lala sendiri seperti berikut:
Bahan:
- Tepung terigu
- Bawang butih
- Ketumbar
- Garam
- Penyedap rasa
- Puli
Peralatan:
- Loyang (disarankan loyang yang berbentuk lingkaran)
- Dandang
- Centong
- Gunting/ pisau
Proses
Pembuatan Krupuk Lala :
- Bumbu dihaluskan terlebih dahulu
- Tepung terigu diberi air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan kental
- Kemudian masukkan bumbu halus, penyedap rasa dan puli
- Aduk adonan sampai bumbu halus, penyedap rasa, dan puli tercampur rata
- Isi dandang dengan air dan panaskan dandang
- Siapkan loyang
- Masukkan sekitar 1 centong adonan ke dalam Loyang, ratakan hingga tipis
- Masukkan loyang yang telah berisi adonan ke dalam dandang. Jangan sampai air masuk ke dalam loyang, kemudian tutup loyang
- Setelah 1 menit atau setelah adonan berwarna kekuningan,angkat loyang
- Cungkil tepi adonan hingga semua adonan (yang sekarang berbentuk seperti kulit martabak) terangkat
- Dinginkan adonan,kemudian jemur di bawah panas matahari hingga kering
- Setelah kering,gunting kotak-kotak kerupuk
- Kerupuk bisa digoreng dan dihidangkan
Proses
pembuatan Kerupuk Lala memang sangat sederhana. Akan tetapi, proses
produksi Kerupuk Lala kurang diperhatikan kebersihannya, terutama
proses penjemurannya,karena saat dijemur, kerupuk terkena debu dari
kendaraan bermotor.
Kerupuk
Lala sendiri dijual dalam keadaan mentah (belum digoreng) setelah
Kerupuk Lala dipotong kotak-kotak. Calon pembeli biasanya datang ke
rumah produksi Kerupuk Lala untuk mendapatkan Kerupuk Lala dalam
jumlah kecil maupun dalam jumlah besar. Harga Kerupuk Lala sangat
terjangkau, Rp 8500/kg.
Kerupuk
Lala dipasarkan melalui mulut ke mulut, belum ada pemasaran yang
terkoordinir. Kerupuk Lala sangat diminati oleh pasar,akan tetapi
belum ada sistem labelling yang membantu dalam perluasan cakupan
target pasar.
Takaran resepnya donk, buat sekilo terigu.
BalasHapus