Rabu, 01 Februari 2012

UKM Batubata

Sentra pembuatan batubata memang sudah sangat terkenal di berasal dari daerah Kalipucang Wetan, seperti yang tertera di . Proses pembuatan batubata di daerah Kalipucang Wetan tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan di daerah lain yang masih menggunakan metode sederhana. 

Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Batubata : 
  1. Tanah Liat
  2. Air
  3. Abu Sisa

Alat–alat yang dibutuhkan :
  • Cangkul
  • Pencetak Batu Bata
  • Tungku Pembakaran
  • Kayu Bakar / batubara
Disini para produsen batubata di Desa Kalipucang Wetan rata - rata membeli bahan baku dari Jepara karena tanah liatnya memiliki kualitas yang bagus.

Proses awal yaitu dengan mencampurkan air dengan tanah liat dengan perbandingan 1 : 4. Setelah adonan tercampur, tempat yang akan digunakan untuk pencetakan batubata diberi sisa abu, ini bertujuan agar nantinya setelah proses pencetakan batubata selesai, batubata bisa diambil dengan mudah karena adanya lapisan abu yang membuat mudah diangkat setelah kering.Adonan batubata yang sudah siap di cetak, di cetak menggunakan cetakan yang sudah tersedia dengan ukuran 6 cm x 10 cm x 20 cm















Setelah disusun batubata tersebut di jemur untuk di keringkan, proses pengeringan waktunya 1 hari bila keadaan cuaca panas, tapi jika keadaan cuaca hujan atau mendung bisa memakan waktu 3 hari atau lebih. Tujuan di keringkan supaya daya ikatan bahan tanah kuat dan tidak mudah patah jika diangkat.

Jika batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama dua hari dua malam di sebuah ruangan ,atau di sebut Open batubata yang ruang pembakarannya bisa menampung 50.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau menggunakan batubara, namun masyarakat sekitar lebih suka menggunakan kayu bakar karena lebih mudah dicari dan murah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar