Di Jaman penjajahan dahulu,
seorang pahlawan daerah bernama Badruddin mengawali pemberian nama
daerah Kalipucang. Di jamannya, daerah desa ini sangat banyak Pohon
Pinang yang tumbuh sangat lebat di pinggiran desa. Itulah kenapa
Badruddin memberikan nama Desa Kalipucang di tahun 1930an. Dan saat
setelah beliau wafat, dibuatkanlah makam khusus untuk beliau yang
terletak di Desa Kalipucang Wetan.
Di wilayah Jepara, Desa
Kalipucang merupakan salah satu daerah dengan luas yang paling besar,
itulah mengapa akhirnya di tahun 1940an, Desa Kalipucang di pecah
menjadi dua bagian yaitu Desa Kalipucang Wetan dan Kalipucang Kulon
agar tidak susah dalam pengurusan pemerintahan desanya. Hingga
saat ini, pemerintahan Desa Kalipucang tetap dibagi menjadi dua yaitu
Desa Kalipucang Wetan dan Desa Kalipucang Kulon. Batas - batas desa
Kalipucang Wetan pun sangat jelas, dengan utara berbatasan langsung
dengan desa
Luas wilayah Desa
Kalipucang Wetan saat ini adalah 231,355 Ha, dimana sebagian besar
tanahnya digunakan sebagai sentra batubata dan pertanian. Namun jika
dilihat dari mata pencaharian warga setempat, hampir seluruh warga
Desa Kalipucang Wetan berprofesi sebagai petani dan pengrajin
batubata. Petani disini lebih memilih menanam padi karena harga
jualnya dianggap stabil serta pembuatan batubata dan Krupuk Lala yang
memang terkenal buatan desa Kalipucang Wetan.
Selamat pagi..
BalasHapusMohon bantuan
Saya mau tanya apakah ada supplier furniture jepara di kalipucang wetan rt 01/ 05 kalipucang wetan dengan nama anugrah furniture?
Ada msalah mas???
HapusSejarah tak berbasis data
BalasHapus